polewali – Menteri PUPR Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa pembangunan ulang Kantor Wali Kota dan DPRD di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 90 miliar.
Hal itu ia sampaikan usai menerima laporan teknis dari tim survei lapangan Kementerian PUPR yang telah meninjau kondisi gedung pasca rusaknya fasilitas akibat gempa dan usia bangunan yang sudah tua.

Baca Juga : Matahari Menyinari Langkah Tegas Patroli Gabungan TNI-Polri di Mamuju
Basuki menegaskan bahwa pembangunan ini bukan hanya penggantian bangunan lama, tetapi transformasi menyeluruh menuju kantor pemerintahan yang modern, tahan bencana, dan ramah lingkungan.
“Rp 90 miliar ini bukan hanya untuk membangun ulang, tapi untuk membangun lebih baik,” ujar Basuki dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menyebut pembangunan kantor pemerintah daerah harus menjadi momentum untuk meningkatkan standar layanan publik.
Menurutnya, kondisi gedung lama tidak lagi memadai untuk menampung aktivitas birokrasi yang terus berkembang.
“Kami melihat ada kebutuhan untuk ruang kerja yang lebih efisien, ruang terbuka publik, dan sistem digital terintegrasi di gedung baru nanti,” lanjutnya.
Pembangunan akan dilakukan dengan pendekatan ini
Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, mengatakan bahwa kondisi gedung saat ini memang sudah tidak layak pakai.
“Kami sudah bertahun-tahun beroperasi dalam keterbatasan. Gedung lama sering bocor, tidak ada sistem evakuasi, bahkan tidak ramah disabilitas,” katanya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan baru di kawasan pusat kota untuk pembangunan gedung baru yang lebih representatif.
Kantor Wali Kota yang baru akan mengusung konsep smart government building, dengan koneksi digital di seluruh ruangan.
Pemerintah pusat mendorong penggunaan produk dalam negeri dan tenaga kerja lokal selama proses konstruksi berlangsung.
“Kita ingin proyek ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Menteri Basuki.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menargetkan proyek ini menjadi percontohan pembangunan gedung pemerintahan tingkat kabupaten.
Untuk mendukung hal itu, desain arsitektur akan menggabungkan unsur budaya Mandar dengan estetika modern.





