,

Pascagalodo 644 Hektare Sawah di Padang Pariaman Dipulihkan Pakai Dana Rp 12,5 Miliar

oleh -276 Dilihat
Pascagalodo 644 Hektare Sawah

1: Pascagalodo 644 Hektare Sawah Pascagalodo di Padang Pariaman, Dana Rp 12,5 Miliar Siap Digelontorkan

Agen Berita Polewali – Pascagalodo 644 Hektare Sawah yang melanda Padang Pariaman, Sumatera Barat, pemerintah daerah mulai melakukan pemulihan area persawahan seluas 644 hektare. Proyek ini didanai dengan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar yang diperuntukkan bagi rehabilitasi lahan pertanian dan sarana irigasi yang rusak.

Kepala Dinas Pertanian Padang Pariaman, Hendra Saputra, mengatakan, “Pemulihan sawah ini menjadi prioritas agar aktivitas pertanian bisa kembali normal dan petani segera panen. Kami menargetkan seluruh lahan terdampak bisa kembali produktif dalam waktu dekat.”

Selain perbaikan fisik, program ini juga mencakup pemberian bantuan bibit unggul dan pupuk kepada para petani agar hasil panen kembali optimal. Pemerintah daerah menekankan pentingnya mitigasi bencana agar dampak galodo berikutnya bisa diminimalkan.


2:  Sawah Padang Pariaman Direhabilitasi dengan Dana Rp 12,5 Miliar

Banjir galodo yang melanda Padang Pariaman beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan pada 644 hektare sawah. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp 12,5 miliar untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian agar musim tanam berikutnya tidak terganggu.

Program rehabilitasi meliputi perbaikan irigasi tersier, normalisasi saluran air, dan penyediaan bantuan pupuk serta benih. Kepala Dinas Pertanian setempat menambahkan, “Kami bekerja sama dengan kelompok tani agar proses pemulihan lebih cepat dan tepat sasaran.”

Para petani menyambut baik langkah ini karena kerugian akibat galodo cukup besar. Pemerintah berharap dengan pemulihan lahan seluas 644 hektare, produksi pangan lokal bisa kembali stabil, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.Dulu Ladang Padi, Kini Jadi Hamparan Batu: Ramadhan Surya di Bekas Sawahnya  Yang Digulung Galodo

Baca Juga: SPPG Gondangsari Magelang Buka Suara soal Bukber di Hotel dan Bagi bagi Uang


3: Padang Pariaman Gerak Cepat Pulihkan 644 Hektare Sawah Pascagalodo, Anggaran Rp 12,5 Miliar Digelontorkan

Pascagalodo yang merusak sawah di Padang Pariaman, Sumbar, memaksa pemerintah daerah mengambil langkah cepat. Sebanyak 644 hektare lahan sawah yang terdampak mendapatkan perhatian serius melalui dana sebesar Rp 12,5 miliar.

Proyek pemulihan ini mencakup normalisasi saluran irigasi, perbaikan tanggul, hingga distribusi bantuan pertanian seperti benih dan pupuk. Kepala Dinas Pertanian Padang Pariaman menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mengembalikan produktivitas pertanian dan mencegah kerugian lebih besar bagi para petani.

Selain itu, pihak pemerintah daerah juga berencana melakukan sosialisasi mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak galodo di masa depan. Para petani diimbau untuk mengikuti program ini agar lahan mereka bisa kembali produktif dengan cepat.


4: Padang Pariaman Pascagalodo Direhabilitasi, Anggaran Rp 12,5 Miliar Siap Digunakan

Setelah banjir galodo melanda Padang Pariaman, Sumatera Barat, pemerintah daerah memutuskan untuk memulihkan 644 hektare sawah yang terdampak. Proyek ini digelontorkan dengan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar, termasuk untuk perbaikan sarana irigasi dan distribusi bantuan pertanian.

Dinas Pertanian Padang Pariaman menyatakan rehabilitasi meliputi perbaikan saluran air yang tersumbat, normalisasi tanggul, dan pemulihan lahan pertanian agar bisa kembali ditanami. “Kita ingin petani segera bisa menanam dan hasil panen tidak terganggu. Semua program ini diprioritaskan untuk masyarakat terdampak galodo,” kata Kepala Dinas Pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan tim pemantau untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran dan proses rehabilitasi berjalan efektif. Program ini diharapkan selesai sebelum musim tanam berikutnya dimulai.


5: Padang Pariaman Pulihkan Sawah Seluas 644 Hektare dengan Dana Rp 12,5 Miliar

Pascagalodo yang menghantam Padang Pariaman menyebabkan kerusakan pada 644 hektare sawah. Pemerintah setempat menyiapkan anggaran Rp 12,5 miliar untuk rehabilitasi lahan pertanian, perbaikan irigasi, dan bantuan bibit serta pupuk bagi petani terdampak.

Kepala Dinas Pertanian, Hendra Saputra, menjelaskan bahwa pemulihan dilakukan bertahap dan difokuskan pada area paling parah terdampak. “Kami bekerja cepat agar musim tanam berikutnya tidak terganggu, sekaligus memastikan produktivitas pertanian tetap stabi

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.