Prabowo Hadiri KTT Perdamaian Gaza, Perintahkan TNI Siapkan Pasukan Perdamaian
Agen Berita Polewali — Prabowo Hadiri KTT Perdamaian Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Gaza yang digelar di Mesir. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa jika tercapai kesepakatan yang konstruktif dalam forum internasional, Indonesia siap mengerahkan pasukan perdamaian ke Gaza dan ia telah memerintahkan TNI untuk mempersiapkan diri.
Rapat Terbatas & Arahan Persiapan
Malam sebelum keberangkatan ke Mesir, Prabowo menggelar rapat terbatas di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan kepada wartawan bahwa instruksi tersebut dikenal sebagai langkah antisipatif: “Kalau memang terjadi kesepakatan yang konstruktif … salah satu konsekuensinya adalah Indonesia diminta ikut membantu mengirimkan pasukan perdamaian.”
Baca Juga: Penjelasan DPR soal Dana Reses Naik dan Kabar Salah Transfer
Prabowo Hadiri KTT Perdamaian Komitmen Indonesia ke Gaza Sebelumnya
Sejak beberapa bulan lalu, Prabowo telah menyuarakan kesiapan Indonesia dalam pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah konflik. Saat pidato di Sidang Umum PBB ke‑80 di New York, ia menyebut bahwa jika mandat Dewan Keamanan PBB menyetujui, Indonesia bisa mengerahkan 20.000 prajurit atau lebih untuk menjaga perdamaian di Gaza maupun wilayah konflik lain seperti Ukraina, Sudan, atau Libya.
Peluang & Tantangan Implementasi
Peluang
Hadirnya Indonesia sebagai pihak yang siap turun langsung (bukan hanya dukungan diplomatik) bisa meningkatkan legitimasi diplomasi Indonesia di mata dunia Islam dan negara berkembang.
Partisipasi sebagai pasukan perdamaian bisa memperkuat posisi Indonesia dalam forum PBB, memperkuat voice diplomatik di isu kemanusiaan.
Jika berhasil, kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian akan menjadi catatan positif dalam sejarah diplomasi dan militer nasional.
Tantangan
Semua ini sangat tergantung pada mandat PBB / DK PBB, apakah mereka menyetujui pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza dalam kondisi konflik yang dinamis.
Logistik, keamanan, dan regulasi hukum internasional menjadi hambatan besar — memastikan pasukan Indonesia tak masuk ke konflik langsung tetapi tetap efektif menjaga gencatan senjata.
Kesimpulan
Arahan untuk menyiapkan pasukan perdamaian memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya bersuara secara diplomatis, tetapi juga siap terlibat langsung dalam menjaga perdamaian dunia.






