, ,

Tanggapi Luhut soal MBG Menkeu Purbaya Kalau Tidak Terserap Tetap Dipotong Dananya

oleh -325 Dilihat

Tanggapi Luhut soal MBG Kalau Tidak Terserap, Tetap Dipotong”

Agen Berita Polewali— Tanggapi Luhut soal MBG Polemik antara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai nasib anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan respons tegas dari Menkeu. Setelah Luhut meminta agar dana MBG yang belum terserap tidak dipotong atau ditarik kembali, Purbaya menegaskan bahwa keputusan pemotongan tetap bisa dilakukan bila realisasi penyerapan tidak memenuhi ekspektasi.


Luhut Minta Agar Anggaran MBG Tidak Dipotong

Dalam kunjungannya ke kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Luhut menyampaikan agar Kementerian Keuangan tidak mengambil kembali dana yang belum terserap untuk program MBG. Menurutnya, serapan anggaran sudah menunjukkan perbaikan dan potensi untuk terus bergerak positif.

Luhut juga menyoroti pentingnya “cost of fund” — yakni biaya untuk pengelolaan dan penggunaan dana negara — agar jangan sampai anggaran yang sudah dialokasikan sia‑sia karena tidak terealisasi.

Di sisi lain, Luhut juga mendesak agar dana MBG yang belum terserap oleh satu program tidak langsung dialihkan ke program lain, agar fokus dan efektivitasnya tidak terganggu.


Purbaya Tegaskan Potongan Bila Tidak Diserap

Kita tetap lihat sampai akhir Oktober, kalau dia enggak nyerap (anggaran), kami potong juga.”

Purbaya juga menyebut bahwa perintah Luhut menunjukkan bahwa Luhut sudah memantau penyerapan anggaran MBG, dan menilai progresnya “bagus semua”.

Dengan kata lain, Purbaya ingin agar pelaksanaan program dievaluasi hingga akhir Oktober sebagai tolok ukur kelayakan anggaran, apakah akan tetap dipertahankan, dipotong, atau disesuaikan. Luhut Angkat Suara! Peringatkan Menkeu Purbaya Tak Otak-Atik Anggaran MBG -  Tribunbengkulu.com


Baca Juga: Untuk Masyarakat Sehat Kapolres Labusel Turun Langsung Seleksi Anggota SPPG di Kampung Rakyat

Tanggapi Luhut soal MBG Ketegangan dalam Kabinet?

Polemik ini mencuat di tengah upaya pemerintah memperkuat program sosial dan ketahanan ekonomi.</p>


What’s Next?

Evaluasi penyerapan MBG hingga akhir

Oktober akan menjadi penentu apakah pemotongan anggaran benar-benar akan dilakukan atau tidak.

Luhut: Jangan Asal Potong, Serapan Sudah Membaik

Sebelumnya, Luhut menyampaikan kekhawatirannya soal potensi pemotongan anggaran MBG. Ia menilai program ini strategis dan penyerapan anggarannya sudah menunjukkan kemajuan.

Saya mohon kepada Menkeu Purbaya, jangan buru-buru potong anggarannya. Serapan sudah bergerak, tinggal didorong,” kata Luhut saat mengunjungi Kantor Badan Gizi Nasional.

Ia menambahkan bahwa anggaran MBG penting untuk mendukung pemerataan gizi anak sekolah, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), sehingga perlu diberi ruang untuk optimalisasi.


Tanggapi Luhut soal MBGPurbaya Tak Bergeming: Harus Ada Disiplin Fiskal

Menjawab permintaan itu, Purbaya menekankan bahwa pengelolaan anggaran negara tidak bisa bergantung pada optimisme semata.

Kalau program tidak berjalan maksimal dan uangnya hanya mengendap, itu tidak sehat secara fiskal. Jadi, meskipun itu program prioritas, harus tetap akuntabel,” tegasnya.

Menurutnya, pemangkasan anggaran bukan untuk melemahkan program, melainkan bentuk pengendalian belanja negara agar efisien dan tepat sasaran. Ia menyebut bahwa setiap kementerian/lembaga yang belum mampu menyerap anggaran akan dievaluasi secara berkala.


Sinyal Gesekan atau Hanya Dinamika?

Perbedaan pandangan antara Luhut dan Purbaya memunculkan spekulasi soal potensi ketegangan di lingkaran elite pemerintahan. Namun sejumlah pengamat menilai hal ini wajar sebagai bagian dari dinamika pengambilan kebijakan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.